Polres Enrekang Ikuti Forum Belajar Posko Presisi Mabes Polri, Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Wabah Virus Nipah
Polresenrekang.com–Polres Enrekang mengikuti kegiatan Forum Belajar yang diselenggarakan oleh Posko Presisi Mabes Polri secara virtual, sebagai upaya peningkatan kapasitas dan pemahaman personel Polri di bidang kesehatan masyarakat.
Pada tingkat Polres Enrekang, forum belajar ini diikuti langsung oleh Wakapolres Enrekang Kompol Ali Maksum, S.Sos., M.M., serta dihadiri para Pejabat Utama dan anggota Sie Dokkes Polres Enrekang. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Vidcom Mapolres Enrekang, Senin (02/02/26)
Bahwa Forum belajar ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman seluruh personel Polri terkait wabah Virus Nipah, yang dinilai memiliki tingkat fatalitas lebih tinggi dibandingkan Covid-19, sehingga diperlukan langkah antisipasi dan kesiapsiagaan sejak dini.
“Melalui forum belajar ini, personel Polri dibekali pemahaman terkait karakteristik Virus Nipah, cara penularan, serta langkah pencegahan dan mitigasi, agar mampu berperan aktif dalam edukasi dan perlindungan kesehatan masyarakat,” ungkap Bamin Sie Dokkes Polres Enrekang Briptu Monita Tinting Sirenden, Ns., S.Kep., M.H., melalui Sie Humas Polres Enrekang kepada awak media, Selasa (03/02/2026).
Sementara itu, Wakapolres Enrekang Kompol Ali Maksum, S.Sos., M.M., menjelaskan bahwa keikutsertaan Polres Enrekang dalam forum belajar tersebut merupakan bentuk nyata komitmen Polri dalam mendukung upaya pemerintah menjaga kesehatan masyarakat.
“Kegiatan ini sangat penting sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan personel Polri, khususnya Polres Enrekang, dalam menghadapi potensi wabah penyakit menular,” ujarnya.
Wakapolres menambahkan, pemahaman yang baik terkait ancaman wabah akan membantu personel kepolisian dalam mengambil langkah cepat dan tepat apabila terjadi situasi kedaruratan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, antisipasi dan kesiapsiagaan dini dinilai sangat penting untuk terus dilakukan di wilayah hukum Polres Enrekang.
“Kami ingin memastikan seluruh anggota memahami peran dan langkah yang harus diambil jika terjadi kondisi kedaruratan kesehatan masyarakat,” tegas Wakapolres.
Menurutnya, forum belajar bersama ini juga menjadi sarana strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, baik dengan instansi kesehatan maupun unsur terkait lainnya, sehingga penanganan potensi wabah dapat dilakukan secara terpadu dan terintegrasi.
Lebih lanjut, dalam arahannya Posko Presisi Mabes Polri menekankan pentingnya langkah antisipasi dan mitigasi sejak dini, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran informasi hoaks yang dapat menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat semakin memperkuat peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan masyarakat.
Sebagai narasumber, Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Dr. Sumarjaya, SKM, MM, MFP, C.F.A., menjelaskan bahwa Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia. Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi, konsumsi makanan atau produk mentah yang terkontaminasi, serta kontak erat dengan manusia atau benda yang terpapar virus.
Masa inkubasi Virus Nipah berkisar antara 4 hingga 14 hari, dengan tingkat kematian mencapai 40–75 persen, ditandai dengan gejala gangguan pernapasan dan neurologis. Namun hingga saat ini, ditegaskan bahwa belum terdapat kasus positif Virus Nipah di Indonesia, serta belum tersedia obat spesifik maupun vaksin.
Dalam penekanan akhir, Posko Presisi Mabes Polri menginstruksikan jajaran kewilayahan untuk terus melakukan pemantauan perkembangan wabah, meningkatkan kesiapsiagaan wilayah, memperkuat komunikasi dan koordinasi lintas sektor, serta merespons secara cepat setiap laporan masyarakat. Selain itu, personel Polri diharapkan aktif memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat guna mencegah kepanikan dan menjaga stabilitas kamtibmas.
(Suyuti_Humas)