3 Februari 2026

Polres Enrekang Gelar Operasi Keselamatan Pallawa 2026, Dorong Humanisme Lewat Konsep Polantas Mappatabe Presisi

Polresenrekang.com–Jajaran Polres Enrekang, khususnya Satuan Lalu Lintas, secara aktif melaksanakan sosialisasi dan penertiban lalu lintas seiring resmi dimulainya Operasi Keselamatan Pallawa 2026. Operasi tersebut diawali dengan upacara gelar pasukan sebagai bentuk kesiapan personel dalam menciptakan keamanan dan ketertiban berlalu lintas.

Operasi Keselamatan Pallawa 2026 dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 2 hingga 15 Februari 2026, sebagai upaya meningkatkan keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat dan masa mudik.

Hari kedua jalannya operasi ini, tampak gabungan personel Polres Enrekang melaksanakan kegiatan operasi keselamatan dengan menyasar pengendara roda dua maupun roda empat melalui pendekatan persuasif, edukatif, dan penegakan aturan secara humanis. Bertempat di jalan poros depan Mapolres Enrekang. Selasa (3/02/2026)

Kasat Lantas Polres Enrekang AKP Muh. Ali, S.Sos., menjelaskan bahwa Operasi Keselamatan Pallawa mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif, dengan fokus pada pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.

“Sasaran operasi meliputi penggunaan ponsel saat berkendara, pengendara yang tidak menggunakan helm SNI, pelanggaran batas kecepatan, hingga penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi atau bising,” jelasnya.

Beliau berharap melalui operasi ini dapat tercipta situasi lalu lintas yang aman dan tertib, khususnya menjelang masa libur panjang dan arus mudik.

“Kami berharap Operasi Keselamatan Pallawa 2026 dapat menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat pengguna jalan,” ungkap AKP Muh. Ali., dirangkum melalui Sihumas polres Enrekang

Lebih lanjut, Kasat Lantas menegaskan bahwa dalam pelaksanaan operasi, jajaran Polres Enrekang mempedomani konsep humanis dengan mengusung tagline “Polantas Mappatabe Presisi”, yakni konsep pelayanan yang mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal.

“Istilah Mappatabe dalam budaya Bugis-Makassar bermakna sopan, santun, menghargai, dan menghormati. Nilai ini sejalan dengan filosofi Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainga, yang menekankan pentingnya saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat,” terangnya.

Melalui konsep tersebut, diharapkan pelaksanaan tugas anggota di lapangan dapat berlangsung secara lebih humanis, profesional, dan presisi, sehingga masyarakat merasa dilayani, bukan semata-mata ditindak.

AKP Muh. Ali menambahkan, pendekatan humanis ini diharapkan mampu memperkuat kedekatan antara Polri dan masyarakat serta mendorong tumbuhnya budaya tertib berlalu lintas, khususnya di Kabupaten Enrekang.

Di akhir keterangannya, Kasat Lantas mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung pelaksanaan Operasi Keselamatan Pallawa 2026 dengan mematuhi peraturan lalu lintas dan senantiasa mengutamakan keselamatan di jalan raya demi kebaikan bersama.

(Suyuti_Humas)

Copyright © Polres Enrekang 2023. | Newsphere by AF themes.