Karhutla Lereng Gunung Lakawan Meluas, TNI-Polri Terus Pantau Titik Api
Polresenrekang.com — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di lereng Gunung Lakawan, Kelurahan Tanete, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang. Hingga Selasa (1/9/2026) malam, sejumlah titik api masih terlihat menyala dan petugas bersama masyarakat terus melakukan pemantauan untuk mencegah kebakaran meluas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, api pertama kali terlihat pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 20.00 WITA. Kebakaran diduga bermula dari lereng Gunung Lakawan dan kemudian menjalar ke area vegetasi di sekitar lokasi.

Lokasi kebakaran dengan kondisi medan yang terjal dan sulit dijangkau. Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala dalam upaya pemadaman api.
Masyarakat bersama personel TNI-Polri telah melakukan upaya pemadaman secara manual menggunakan peralatan seadanya. Namun, proses pemadaman belum dapat dilakukan secara maksimal karena sejumlah titik api berada di lokasi yang sulit dijangkau.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Tanete bersama personel Polsek Anggeraja turut melakukan monitoring dan membantu masyarakat dalam penanganan kebakaran. Personel juga terus memantau perkembangan titik api, arah penyebaran kebakaran serta berkoordinasi dengan masyarakat dan instansi terkait.

Hingga Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 22.00 WITA, api masih terlihat menyala di beberapa titik. Berdasarkan hasil pemantauan sementara, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai ±17 hektare.
Personel Polsek Anggeraja bersama personel Koramil Alla masih terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kebakaran di kawasan Gunung Lakawan.
Kondisi medan yang terjal, vegetasi yang kering serta potensi tiupan angin menjadi faktor yang dapat mempercepat penyebaran api. Sementara itu, penyebab awal kebakaran masih dalam proses pendalaman melalui pengumpulan bahan keterangan dari masyarakat sekitar maupun pihak-pihak yang mengetahui awal munculnya api.
Polsek Anggeraja mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran lahan, kebun maupun sampah yang berpotensi menjadi sumber api, terlebih di tengah kondisi vegetasi yang kering.
Monitoring dan penanganan akan terus dilakukan bersama Bhabinkamtibmas, TNI, pemerintah kelurahan, BPBD serta masyarakat hingga kondisi di lokasi kebakaran dinyatakan aman