Bhayangkari Cabang Enrekang Panen Eco Enzyme Serentak Nasional, Ny. Anie Hari Budiyanto Tegaskan Tindak Lanjut Pemanfaatan
Polresenrekang.com–Bhayangkari Cabang Enrekang mengikuti panen eco enzyme yang digelar serentak secara nasional dan terintegrasi di wilayah Sulawesi Selatan. Di tingkat Kabupaten Enrekang, kegiatan dipusatkan di Alun-Alun Lapangan Abu Bakar Lambogo, Sabtu (28/02/2026).
Gerakan ini merupakan bagian dari Program Nasional Pengolahan Limbah Organik yang diinisiasi Ketua Umum Bhayangkari Pusat, Julianti Sigit Prabowo. Program tersebut menjadi wujud kepedulian Bhayangkari terhadap isu lingkungan sekaligus kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional yang menjadi perhatian Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Di Enrekang, kegiatan dipimpin langsung oleh Ketua Bhayangkari Cabang Enrekang Ny. Anie Hari Budiyanto. Melalui Sihumas saat dikonfirmasi awak media, ia menegaskan bahwa panen eco enzyme bukan sekadar seremoni, melainkan langkah berkelanjutan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Pengolahan limbah organik menjadi eco enzyme adalah solusi sederhana namun berdampak besar. Ini bentuk kontribusi nyata kami dalam mengurangi sampah rumah tangga sekaligus menghadirkan pupuk alami yang bermanfaat bagi petani,” ujarnya.
Sebanyak ratusan anggota Bhayangkari Cabang Enrekang sebelumnya memproduksi 750 biang eco enzyme. Setelah difermentasi selama tiga bulan, hasilnya berkembang menjadi 750 liter eco enzyme. Jika diencerkan sesuai komposisi anjuran, jumlah tersebut setara dengan 750 ribu liter pupuk organik cair yang siap diaplikasikan untuk lahan pertanian dan tanaman pekarangan.
Eco enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik seperti kulit buah meliputi : Buah Jeruk, semangka, melon, Nanas yang dicampur gula aren dan air. Selain berfungsi sebagai pupuk alami, cairan ini juga efektif sebagai pestisida organik dan pembersih ramah lingkungan. Pemanfaatannya diharapkan mampu menekan biaya produksi petani serta mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
Ketua Bhayangkari Cabang Enrekang Ny. Anie Hari Budiyanto didampingi Wakilnya Ny. Jusniati Ali , menekankan bahwa tindak lanjut dari kegiatan ini telah disiapkan secara terstruktur. Hasil panen eco enzyme akan disalurkan kepada kelompok Wanita Tani binaan Bhayangkari untuk mendukung Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dan pengembangan Pekarangan Pangan Bergizi di lingkungan rumah tangga.
“Kami ingin eco enzyme ini benar-benar dimanfaatkan dalam pengelolaan pekarangan. Melalui P2L, keluarga dapat memenuhi kebutuhan pangan sehat secara mandiri dan berkelanjutan,” jelasnya.
Selain distribusi, Bhayangkari Cabang Enrekang juga terus mengedukasi anggota dan masyarakat agar mampu memproduksi eco enzyme secara mandiri di rumah. Pendekatan berbasis keluarga dan komunitas diyakini menjadi kunci dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pengelolaan sampah organik.
Kegiatan panen serentak ini sekaligus menjadi ajang mempererat silaturahmi antaranggota Bhayangkari serta memperkuat komitmen organisasi dalam mendukung program ramah lingkungan di daerah. Secara nasional, gerakan ini sebelumnya mencatatkan rekor MURI pada 28 November 2025 dengan melibatkan 59.800 anggota Bhayangkari di seluruh Indonesia dalam pembuatan eco enzyme terbanyak.
Melalui kepemimpinan Ny. Anie Hari Budiyanto, Bhayangkari Cabang Enrekang membuktikan bahwa gerakan berbasis rumah tangga dapat menjadi kekuatan besar dalam menjaga kelestarian alam. Dari limbah dapur menjadi pupuk organik, dari pekarangan rumah menuju ketahanan pangan, langkah nyata ini diharapkan memberi dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan.
(Suyuti_Humas)