Polda Sulsel Dukung Ketahanan Pangan melalui Pemanfaatan Aplikasi Gugus Tugas dan Sadar Sulsel
Polresenrekang.com–Polda Sulawesi Selatan terus memperkuat dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional dengan memanfaatkan teknologi digital melalui Aplikasi Gugus Tugas dan Aplikasi Sadar Sulsel.
Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Sulsel, Kombes Pol Adi Ferdian Saputra, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung kebijakan pemerintah, khususnya terkait swasembada pangan dan program makan bergizi gratis.

“Pemerintah memiliki program ketahanan pangan, dan tentunya Polri mendukung penuh kebijakan tersebut, khususnya dalam mendukung swasembada pangan serta program makan bergizi gratis. Hal tersebut kami tindak lanjuti dengan pemanfaatan Aplikasi Gugus Tugas dan Aplikasi Sadar Sulsel,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (27/3/2026).
Menurutnya, kedua aplikasi tersebut berfungsi sebagai sarana penyajian data terkait progres kegiatan yang dilaksanakan oleh gugus tugas di tingkat Polres hingga Polsek.
Ia menjelaskan, terdapat dua aplikasi utama yang digunakan dalam memonitoring program ketahanan pangan, yakni Aplikasi Gugus Tugas Polri MKP yang disiapkan oleh Mabes Polri dan Aplikasi Sadar Sulsel yang dikembangkan oleh Polda Sulsel.
“Kedua aplikasi ini sangat bermanfaat untuk memantau progres kegiatan para Polisi Penggerak di lapangan, mulai dari penyediaan lahan, proses penanaman, serapan Bulog, data kelompok tani, titik lokasi lahan, hingga data produksi dan persentase capaian per kuartal setiap tahun. Ini merupakan bentuk keseriusan Polda Sulsel dalam mendukung program ketahanan pangan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kombes Adi menerangkan bahwa penggunaan aplikasi dilakukan melalui penunjukan operator di setiap tingkatan, mulai dari Polda, Polres, hingga Polsek.
Para Polisi Penggerak diberikan akses untuk melaporkan kegiatan harian melalui aplikasi, yang selanjutnya diverifikasi oleh operator di tingkat Polres dan dilaporkan secara berjenjang hingga ke tingkat Polda dan Mabes Polri.
“Dengan sistem ini, progres kegiatan dapat dipantau setiap hari oleh pimpinan melalui aplikasi. Laporan yang disajikan pun jelas dan detail, sehingga memudahkan proses monitoring dan evaluasi program ketahanan pangan,” terangnya.
Ia berharap, pemanfaatan kedua aplikasi tersebut dapat mempermudah akses data serta meningkatkan akurasi informasi terkait produksi jagung dan program ketahanan pangan secara keseluruhan.
“Kami berharap, melalui pemanfaatan aplikasi ini, penyajian data menjadi lebih optimal dan dapat menjadi dasar dalam pelaporan kepada instansi terkait maupun pemerintah,” tutupnya.
(Suyuti_Humas)