ANGIN PUTING BELIUNG TERJANG DESA TAULO DAN BOLANG, POLSEK ALLA DATA 8 RUMAH RUSAK DENGAN KERUGIAN RP108 JUTA
polresenrekang.com__Bencana alam angin puting beliung menerjang wilayah Desa Taulo dan Desa Bolang, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang, pada Minggu (25/10/2026) sekitar pukul 15.40 WITA.
Peristiwa yang terjadi saat hujan lebat disertai angin kencang tersebut mengakibatkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, mulai dari bagian atap hingga dapur rumah yang tertimpa pohon.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, personel Polsek Alla bergerak cepat mendatangi lokasi terdampak untuk melakukan pengecekan, pendataan kerusakan rumah warga, serta berkoordinasi dengan unsur TNI dan pemerintah setempat guna memastikan situasi pascabencana tetap aman dan kondusif.
Personel yang turun ke lokasi terdiri atas Ka SPKT II Aipda Rahmad Saleh, S.H., Bhabinkamtibmas Desa Taulo dan Desa Bolang Bripka Suryadi S., serta Banit Intelkam Polsek Alla Muh. Zulkifli Ariswan.
Berdasarkan hasil pendataan sementara, enam rumah warga di Dusun Malele, Desa Taulo, mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang. Kerusakan meliputi bagian atap rumah akibat seng yang terlepas serta bagian dapur dan atap yang rusak setelah tertimpa pohon aren.
Adapun rumah warga yang terdampak di Dusun Malele masing-masing milik Tasryf, Lewa, Maraddia, Supri, Asbar, dan Heri T. Dari enam rumah tersebut, perkiraan kerugian materiil mencapai Rp100 juta.
Sementara itu, di Desa Bolang, Kecamatan Alla, terdapat dua rumah warga yang mengalami kerusakan pada bagian atap akibat terjangan angin kencang. Kedua rumah tersebut masing-masing milik Saharuddin dan Badariah, dengan perkiraan kerugian sebesar Rp4 juta untuk setiap rumah.
Dengan demikian, berdasarkan pendataan sementara terhadap delapan rumah yang telah dirinci, total perkiraan kerugian materiil mencapai Rp108 juta. Nilai tersebut belum termasuk kerugian dari sejumlah rumah warga lainnya yang mengalami kerusakan ringan, terutama pada bagian atap yang sengnya terlepas sebagian dan masih dalam proses pendataan.
Berdasarkan keterangan warga setempat, kejadian bermula sekitar pukul 15.40 WITA ketika hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah Kecamatan Alla. Angin diperkirakan bergerak dari arah Desa Bolang menuju Desa Taulo, khususnya Dusun Malele, kemudian melintasi sejumlah wilayah di sekitarnya.
Terjangan angin menyebabkan sampah beterbangan, seng atap rumah warga terlepas, serta sejumlah pohon tumbang. Beberapa pohon bahkan menimpa bangunan rumah sehingga mengakibatkan kerusakan pada bagian atap dan dapur.
Dalam kejadian tersebut, berdasarkan laporan sementara, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka-luka.
Setelah menerima informasi dari masyarakat, Kapolsek Alla memerintahkan personel untuk segera mendatangi lokasi kejadian guna memastikan kondisi warga dan lingkungan yang terdampak. Personel kemudian melakukan pengecekan langsung, mengumpulkan bahan keterangan, mendata rumah yang mengalami kerusakan, serta menghimpun informasi mengenai perkiraan kerugian materiil.
Selain itu, personel Polsek Alla berkoordinasi dengan pihak PLN untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan jaringan listrik maupun potensi bahaya akibat pohon tumbang dan kerusakan lainnya. Koordinasi juga dilakukan bersama Babinsa dan pemerintah setempat untuk memantau perkembangan situasi serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan akibat cuaca buruk.
Kasat Binmas Polres Enrekang, AKP Suyitno, mengimbau masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya hujan lebat yang disertai angin kencang.
“Kami mengimbau masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya hujan lebat yang disertai angin kencang. Apabila terjadi kondisi yang berpotensi membahayakan, masyarakat diharapkan segera mencari tempat yang aman dan melaporkan kejadian kepada aparat setempat agar dapat segera ditindaklanjuti,” demikian draf pernyataan yang disiapkan untuk konfirmasi Kasat Binmas Polres Enrekang, AKP Suyitno.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk saling membantu warga yang terdampak bencana serta terus menjalin koordinasi dengan Bhabinkamtibmas, pemerintah desa, dan unsur terkait. Keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama, sehingga potensi risiko dan dampak bencana dapat diminimalkan,” lanjut draf pernyataan tersebut.
Polsek Alla bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan terhadap kondisi wilayah terdampak, khususnya untuk mengantisipasi perubahan cuaca yang berpotensi menimbulkan bencana susulan. Masyarakat diimbau agar menghindari pohon yang rawan tumbang, menjauhi jaringan listrik yang berpotensi membahayakan, serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan kondisi yang dapat mengancam keselamatan.
Kehadiran personel Polsek Alla bersama Babinsa dan pemerintah setempat merupakan bagian dari upaya pelayanan Polri kepada masyarakat, terutama dalam penanganan kejadian bencana dan pemantauan situasi keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Polres Enrekang terus mendorong seluruh personel, khususnya Bhabinkamtibmas, untuk hadir di tengah masyarakat, memperkuat koordinasi dengan pemerintah setempat, serta memberikan pelayanan secara cepat dan responsif ketika masyarakat menghadapi situasi darurat.
(dermawan)