BPS Enrekang Tuntaskan Pelatihan Petugas Lapangan SE2026, Sat Intelkam Polres Enrekang Berikan Pembekalan Keamanan dan Komunikasi Lapangan
Polresenrekang.com–Badan Pusat Statistik Kabupaten Enrekang menuntaskan rangkaian Pelatihan Petugas Lapangan Sensus Ekonomi Tahun 2026 (SE2026) Gelombang I yang berlangsung selama tiga hari di Hotel Wifadelia Kecamatan Enrekang, kabupaten Enrekang.Kamis (4/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tahapan strategis persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang bertujuan menghasilkan data ekonomi yang akurat, lengkap, dan berkualitas sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan nasional maupun daerah.

Sebanyak 46 petugas lapangan yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Enrekang mengikuti pelatihan intensif yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas teknis, pemahaman metodologi pendataan, serta kesiapan menghadapi berbagai situasi yang mungkin ditemui saat bertugas di lapangan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Pranata Komputer Ahli Madya BPS Provinsi Sulawesi Selatan Muktamar Amal, S.Si., M.Si., Statistisi Ahli Muda BPS Kabupaten Enrekang Hasbullah, S.Si., KBO Sat Intelkam Polres Enrekang IPDA Muhammad Asrian Jaya Tahir, S.H., tim pelaksana Sensus Ekonomi 2026, instruktur daerah, serta seluruh peserta pelatihan.
Pada hari terakhir pelatihan, peserta menerima sejumlah materi penting yang menjadi bekal utama dalam pelaksanaan pendataan lapangan. Kegiatan diawali dengan simulasi penggunaan aplikasi Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI) sebagai instrumen utama pengumpulan data Sensus Ekonomi 2026.
Melalui simulasi tersebut, peserta dilatih untuk memahami alur pengisian data, teknik verifikasi informasi, hingga penyelesaian berbagai skenario yang berpotensi ditemui saat melakukan pendataan langsung kepada responden.

Materi berikutnya membahas Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), yang menjadi pedoman dalam mengidentifikasi dan mengelompokkan jenis usaha secara tepat. Pemahaman terhadap KBLI dinilai sangat penting guna menjamin kualitas dan validitas data yang akan dihimpun selama pelaksanaan sensus.
Peserta juga memperoleh pembekalan mengenai kasus batas dan penegasan pendataan, serta teknik probing dan wawancara melalui metode role playing yang dipandu langsung oleh instruktur daerah. Melalui sesi tersebut, petugas dibekali keterampilan komunikasi yang efektif agar mampu menggali informasi secara sistematis, objektif, dan profesional.
Selain materi teknis pendataan, peserta juga mendapatkan pembekalan dari KBO Sat Intelkam Polres Enrekang Ipda Muhammad Asrian Jaya Tahir, S.H., terkait aspek keamanan, komunikasi sosial, serta langkah antisipatif yang perlu dipahami selama pelaksanaan tugas di lapangan.
Dalam pemaparannya, Ipda Muhammad Asrian Jaya Tahir menjelaskan bahwa keterlibatan Intelkam Polres Enrekang merupakan bentuk dukungan terhadap suksesnya pelaksanaan agenda nasional Sensus Ekonomi 2026. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penguatan pemahaman petugas mengenai pentingnya membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, menjaga etika dalam pelaksanaan tugas, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai kendala yang mungkin muncul selama proses pendataan.
Ia juga mengingatkan pentingnya penggunaan atribut resmi dan identitas petugas saat melakukan pendataan guna meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memberikan kepastian bahwa kegiatan yang dilakukan merupakan bagian dari program resmi pemerintah.
Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan apabila menghadapi situasi yang memerlukan koordinasi dengan pemerintah setempat maupun aparat keamanan, sehingga pelaksanaan pendataan dapat berlangsung dengan lancar dan efektif.
Pembekalan tersebut menjadi nilai tambah bagi peserta karena tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis pendataan, tetapi juga memperkuat kesiapan petugas dalam membangun hubungan yang baik dengan masyarakat sebagai responden sensus.
Sebagai tahap akhir, seluruh peserta mengikuti evaluasi dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman terhadap seluruh materi yang telah diberikan selama pelatihan. Hasil evaluasi tersebut menjadi salah satu indikator kesiapan petugas sebelum diterjunkan ke lapangan.
Pelatihan Petugas Lapangan SE2026 Kabupaten Enrekang sendiri dilaksanakan pada dua lokasi, yakni Hotel Wifadelia dan Hotel Sabindo. Pembagian lokasi dilakukan guna mendukung efektivitas proses pembelajaran, optimalisasi kapasitas peserta, serta kelancaran penyampaian materi oleh tim instruktur.
Melalui pelatihan ini, BPS Kabupaten Enrekang berharap seluruh petugas lapangan mampu melaksanakan pendataan secara profesional, akurat, dan bertanggung jawab sehingga menghasilkan data ekonomi yang berkualitas. Data tersebut nantinya akan menjadi salah satu dasar penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan, pengembangan sektor usaha, peningkatan investasi, serta perumusan program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sinergi antara BPS Kabupaten Enrekang dan Sat Intelkam Polres Enrekang dalam kegiatan ini juga mencerminkan komitmen bersama untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai salah satu program strategis nasional yang memiliki peran penting dalam memotret kondisi dan potensi perekonomian masyarakat secara komprehensif.
(Suyuti_Humas)