Karhutla di Gunung Kapere, Polsek Anggeraja Bersama Warga Berupaya Padamkan Api
Polresenrekang.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang. Kali ini, kebakaran melanda kawasan Gunung Kapere, Dusun Manggugu, Desa Tampo, pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 20.00 WITA.
Berdasarkan hasil verifikasi di lapangan dan ground check pantauan satelit hotspot, titik kebakaran berada pada koordinat 3.391996, 119.803338, dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 2,5 hektare.

Menurut keterangan warga setempat, termasuk saksi Lk. Papa Anti, api diketahui telah menyebar sekitar pukul 20.00 WITA.
Api diperkirakan bermula dari sekitar pinggir jalan tani yang menghubungkan wilayah Desa Tampo, kemudian menjalar ke atas kawasan Gunung Kapere.
Beruntung, lokasi kebakaran berada cukup jauh dari permukiman warga sehingga tidak langsung mengancam rumah penduduk. Namun, kondisi medan yang berada di kawasan pegunungan membuat proses pemadaman cukup sulit dilakukan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pada sekitar pukul 20.30 WITA personel Polsek Anggeraja yang terdiri dari Kanit Intelkam Aipda Zainal, Kanit Propam Aipda Zulkarnaim, anggota jaga Aipda Nur Raga, Bripka Safaruddin, serta Bhabinkamtibmas Desa Tampo Brigpol Umar, bersama anggota Koramil Alla dan warga, langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan upaya penanganan.

Sekitar pukul 22.00 WITA, upaya pemadaman mulai dilakukan dengan memanfaatkan air dari tampungan milik salah satu warga yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran.
Petugas menghadapi sejumlah kendala dalam proses pemadaman, di antaranya tiupan angin yang cukup kencang, keterbatasan pasokan air, serta kondisi medan yang berada di atas gunung dan sulit dijangkau kendaraan maupun petugas pemadam.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Warga diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api, termasuk membakar lahan atau membuang puntung rokok sembarangan di area yang memiliki vegetasi kering.

Polsek Anggeraja juga berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Enrekang guna mengantisipasi agar kebakaran tidak semakin meluas serta memastikan penanganan dapat dilakukan secara maksimal.
Kepolisian akan terus melakukan monitoring terhadap perkembangan Karhutla dan mengumpulkan bahan keterangan terkait penyebab kebakaran. Dugaan penyebab masih dalam pendalaman, sementara kondisi kemarau panjang dan rerumputan yang kering dinilai dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
Masyarakat diimbau segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.